Filsafat tentang ketuhanan

Konsep tentang ketuhanan yang maha esa, menurut pemikiran manusia,berbeda dengan konsep ketuhanan yang maha esa menurut ajaran islam. Konsep ketuhanan menurut pemikiran manusia baik deisme,panteisme,maupun eklektisme, tidak memberikan tempat bagi ajaran allah dalam kehidupan,dalam arti ajaran allah tidak fungsional . Paham panteisme meyakini tuhan berperan, namun yang berperan adalah Zat-nya, bukan ajaran-Nya.sedangkan konsep ketuhanan dalam islam justru intinya adalah konsep ketuhanan secara fungsional. Maksudnya, fokus dari konsep ketuhanan dalam islam adalah bagaimana memerankan ajaran allah dalam memanfaatkan ciptaan-Nya.
      Segala yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh yang maha pencipta ( Khalik ). Manusia yang diberi akal,ketika memperhatikan gejala dan fenomena alam akan mengambil kesimpulan bahwa alam yang menakjubkan ini tentulah diciptakan oleh Yang Maha Agung. Akal yang logis juga memahami bahwa yang dicipta tidak sama dengan pencipta.
       Makhluk, kecuali ada yang nyata dapat diketahui dengan pancaindra  ada yang immateri dan tidak dapat dijangkau oleh indra manusia. Keyakinan akan adannya makhluk ghaib itu,akan dapat menyampaikan kepada keimanan, juga terhadap yang maha Ghaib, yaitu Khalik pencipta alam semesta ini

Komentar